SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN REMISI BAGI NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA

 

I.       Syarat dan Tata Cara
Pemberian Remisi sesuai dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun
2006 :

 

(1)Setiap
Narapidana dan Anak Pidana berhak mendapatkanRemisi.

 

(2)Remisi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana
apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

 a.berkelakuan
baik; dan b.telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam)bulan
.

 

(3)Bagi
Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika
dan psikotropika, korupsi,kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak
asasi manusia yang berat, dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya,
diberikan Remisi apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a.berkelakuan baik; dan b.telah menjalani 1/3 (satu per tiga) masa
pidana.

 

(4)Remisi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana
apabila memenuhi persyaratan melakukan perbuatan yang membantu kegiatan LAPAS.

 

II.      Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi
sesuai dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 (berlaku sejak
tanggal 12 November 2012) :

 

(1)Setiap Narapidana dan Anak Pidana berhak mendapatkan Remisi 

(2)Remisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada
Narapidana dan Anak Pidana yang telah memenuhi syarat:

a.berkelakuan baik; dan b.telah menjalani masa pidana lebih dari 6
(enam) bulan
.

(3)Persyaratan berkelakuan baik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf
a dibuktikan dengan:

a.tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam)
bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian Remisi;dan b.telah
mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh LAPAS dengan predikat
baik.
Ketentuan Pasal 34A diubah
sehingga berbunyi sebagai berikut:Pasal 34A(1)Pemberian Remisi bagi
Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika
dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan
negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat, serta kejahatan transnasional
terorganisasi lainnya, selain harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 34 juga harus memenuhi persyaratan:
 

a.bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar
perkara tindak pidana yang dilakukannya;

 

b.telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan
pengadilan untuk Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana
korupsi; dan

 

c.telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh LAPAS
dan/atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,serta menyatakan ikrar:

1)kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia secara tertulis
bagi Narapidana Warga Negara Indonesia,atau

2)tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara
tertulis bagi Narapidana Warga Negara Asing,yang dipidana karena melakukan
tindak pidana terorisme.

 

(2)Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana narkotikadan
prekursor narkotika, psikotropika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya
berlaku terhadap Narapidana yang dipidana dengan pidana penjara paling singkat
5 (lima) tahun.

 

(3)Kesediaan untuk
bekerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harusdinyatakan secara
tertulis dan ditetapkan oleh instansi penegak hukum sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Pembebasan Bersyarat adalah proses pembinaan di luar LAPAS setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) masa pidananya minimal 9 (sembilan) bulan. Detail mengenai syarat administratif dan Substantif Pembebasan Bersyarat dapat dilihat pada keterangan alur gambar di atas

Cuti Menjelang Bebas adalah proses pembinaan di luar LAPAS yang diberikan kepada Warga Binaan yang tidak dapat terpenuhi Hak Pembebasan Bersyaratnya dengan pemberian Cuti Menjelang Bebas sebesar remisi terakhir maksimal 3 atau 6 bulan. Detail mengenai syarat administratif dan Substantif Cuti Menjelang Bebas dapat dilihat pada keterangan alur gambar di atas

Cuti Bersyarat adalah proses pembinaan di luar LAPAS yang diberikan kepada narapidana dengan lama pidana maksimal 1 tahun 6 bulan dan telah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) masa pidana . Detail mengenai syarat administratif dan Substantif Cuti Bersyarat dapat dilihat pada keterangan alur gambar di atas.

Asimilasi adalah proses pembinaan Narapidana yang dilaksanakan dengan membaurkan Narapidana  dalam kehidupan masyarakat. Asimilasi dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar Lapas.  Detail mengenai Syarat Administratif dan Substantif Asimilasi dapat dilihat pada penjeasan alur Asimilasi di atas